Megengan Fest 2026 Bersama Sokola Sogan

Megengan merupakan tradisi masyarakat Jawa (khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah) untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan doa bersama (tahlilan), sedekah makanan, dan ziarah kubur. Ada juga masyarakat yang merayakan megengan dengan kegiatan kenduri, yaitu berkumpul di masjid atau musholla dengan membawa makanan untuk didoakan, lalu dimakan bersama.

REKOMENDASISANTAI

Andika Nugraha F

2/16/20261 min baca

Megengan, tradisi masyarakat Jawa (khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah) untuk menyambut bulan suci Ramadhan, diisi dengan doa bersama (tahlilan), sedekah makanan, dan ziarah kubur. Ada juga yang merayakan megengan dengan kegiatan Kenduri, yaitu berkumpul di masjid atau musholla dengan membawa makanan untuk didoakan, lalu dimakan bersama. Selain itu, ada yang merayakan megengan dengan membagikan makanan kepada tetangga sebagai bentuk rasa syukur.

Di Demak, Megengan ditandai dengan adanya pasar kaget (pasar tiban) yang menjajakan berbagai makanan khas atau tradisional. Sementara di Pekalongan, ada perayaan tradisi Megengan dengan konsep yang berbeda. Yayasan Omah Sinau Sogan mengadakan Megengan Fest 2026 pada Minggu, 15 Februari 2026 di Sokola Sogan, Medono, Pekalongan.

Dikemas secara sederhana, hangat, dan bermakna, Megengan Fest 2026 terdiri dari 3 kegiatan sebagai upaya Tazkiyatun Nafs untuk mempersiapkan diri dalam menyambut Ramadhan. "Acara pertama konseling dan diskusi yang dipandu oleh Alfa Angelia, S.Psi mengangkat tema Anxious Generation, Self Harm: a Social Media Effect. Kemudian dilanjutkan dengan acara Fun Writing yang dipandu oleh Bayu Al Baihaqi mengangkat tema Light Relief, Writing as a Therapy," ujar Andika Nugraha Firmansyah, perwakilan Yayasan Omah Sinau Sogan.

Tema ini dipilih karena isu mental health di kalangan remaja menjadi semakin penting dan serius untuk ditangani. "Jangan sampai remaja kita diasuh oleh media sosial sehingga mudah terombang-ambing oleh algoritma FYP tanpa memiliki bekal," tambah Andika.

Kemudian kegiatan terakhir ziarah, dilakukan dengan tujuan mengingat kematian, upaya melembutkan hati dan refleksi diri, serta meneladani perjuangan dan mendoakan para pendahulu.

"Melalui acara Megengan Fest 2026 ini, harapannya semakin banyak remaja yang mau mempelajari, melestarikan dan mempromosikan tradisi dan kebudayaan luhur. Yayasan Sokola Sogan berencana menggadakan Megengan Fest rutin setiap tahunnya. Kemasan boleh berbeda tapi nilai-nilai luhur harus tetap dipertahankan," ungkap Andika.